Rabu, 17 Oktober 2012

ANATOMI MARMUT


ANATOMI MARMUT
(Cavia porcellus)













Oleh :
                                    Nama              : Cyninta Kirana
                                    NIM                : B1J011025
                                    Rombongan   : IV
                                    Kelompok      : 3
                                    Asisten            : Sumartika Yimastria         







LAPORAN PRAKTIKUM STRUKTUR DAN PERKEMBANGAN HEWAN 1







KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
UNIVERSITAS JENDRAL SOEDIRMAN
FAKULTAS BIOLOGI
PURWOKERTO
2012
I.  PENDAHULUAN
A.  Latar Belakang
            Mamalia merupakan kelompok yang mempunyai derajat paling tinggi dalam dunia hewan. Semua tubuhnya tertutup kulit yang berambut dan berdarah panas. Sebutan mamalia berdasarkan dengan adanya kelenjar mamae pada hewan betina untuk menyusui anaknya yang masih muda.
Klasifikasi marmut (Cavia porcellus) menurut (Radiopoetro, 1986), adalah sebagai berikut:
Phylum            : Chordata
Subphylum      : Vertebrata
Classis             : Mamalia
Ordo                : Rodentia
Famili              : Cavidae
Genus              : Cavia
Species            : Cavia porcellus
            Cavia porcellus adalah hewan pengerat, sehingga mempunyai gigi pemotong seperti pahat yang berfungsi untuk memotong dan mengerat. Bibir bagian atas dan sekitar mata terdapat vibrisae atau rambut peraba. Pemeliharaan anak pada hewan menyusui dilakukan oleh hewan betina dengan cara menyusuinya dan setelah dewasa dilepaskan untuk mencari makan sendiri. Semua hewan menyusui bersifat vivipar atau beranak kecuali pada bebek yang terdapat di Amerika.
            Marmut adalah salah satu hewan dari khas mamalia yang hidup didarat. Marmut memakan rumput dan tumbuh-tumbuhan sebagai makanan utamanya. Marmut memiliki keunikan, yaitu cara ia memikat lawan jenisnya, dengan mengeluarkan bau yang khas yang keluar dari kelenjar bau. Kelenjar ini terdapat pada lekukan  yang letaknya posterior dari penis atau vulva yang sering disebut hedorik, berfungsi sebagai pengenal spesies.
            Pengamatan terhadap morfologi dan anatomi mamalia dalam praktikum adalah marmut. Pertimbangan ini dipilih untuk dapat mewakili class mamalia antara lain, marmut mudah didapatkan, ukuran cukup besar dan tubuhnya mudah dipelajari,  serta organ-organ lengkap untuk mewakili class mamalia.












B.  Tujuan
            Tujuan dalam praktikum Struktur dan Perkembangan Hewan 1 kali ini adalah untuk melihat dan mengamati anatomi marmut (Cavia porcellus).















II.  MATERI DAN METODE
A.  Materi
Alat-alat yang digunakan adalah bak peparat, pinset, gunting bedah dan jarum penusuk dan tissue.
Bahan yang digunakan dalam praktikum kali ini adalah marmut (Cavia porcellus), air kran, kloroform.

B.  Metode
            Cara kerja dalam praktikum ini adalah sebagai berikut :
1.            Marmut dilumpuhkan dengan dibius kloroform.
2.            Rambut-rambut bagian ventral dibasahi sebelum di bedah.
3.            Pembedahan dimulai pada daerah kulit bagian posterior menuju anterior digunting mengikuti garis medio-ventral tubuh.
4.            Kulit dibuka, otot bagian abdomen dan torax akan terlihat.
5.            Bagian otot abdomen dibuka agar organ-organ didalamnya terlihat.
6.            Organ-organ sistem pencernaan dan urogenital dilihat dengan cara alat pencernaan diurai.





III. HASIL DAN PEMBAHASAN
A.  Hasil












Gambar 1. Morfologi Caput Marmut (Cavia porcellus)
Keterangan Gambar  :

1.      Palpebra superior
2.      Organon visus
3.      Palpebra inferior
4.      Pina auricula
5.      Nares eksterna                                         
8.      Vibrisae
9.      Labium superior
10.  Incisivi
11.  Labium inferior


6.      Cervix
7.      Rima oris















Gambar 2. Morfologi  Truncus Ventral Marmut Jantan (Cavia porcellus)
Keterangan Gambar  :
1.    Pappila mammae
2.    Glans penis
3.    Penis
4.    Lekuk pirenium
5.    Extrimitas posterior





















Gambar 3.  Morfologi Truncus Ventral Marmut Betina (Cavia porcellus)
Keterangan Gambar  :
1.    Pappila mammae
2.    Clitoris
3.    Vulva
4.    Lekuk pirenium
5.    Extrimitas posterior

































Gambar 4. Anatomi Sistem Pencernaan Marmut (Cavia porcellus)
Keterangan Gambar  :

1.      Oesophagus                                  25.  Cloaca
2.      Gastrum
3.      Pars cardia
4.      Fundus
5.      Pars pylorica
6.      Pylorus
7.      Pancreas
8.      Hepar
9.      Ductus hepaticus
10.  Vesica felea
11.  Ductus cysticus
12.  Ductus pancreaticus
13.  Duodenum
14.  Jejunum
15.  Illeum
16.  Haustrae
17.  Incisura
18.  Caecum
19.  Taenia
20.  Colon ascenden
21.  Colon descenden
22.  Colon transversum
23.  Colon sigmoideum
24.  Rectum
 













Gambar 5. Anatomi Sistem Urogenitalia Marmut Jantan (Cavia porcellus ♂)
Keterangan Gambar  :

1.      Kelenjar adrenal
2.      Ren
3.      Ureter
4.      Vesicula seminalis
5.      Kelenjar prostat
6.      Vesica urinaria
7.   Corpus adiposum
8.      Vas defferens
9.      Urethra
10.   Penis
11.  Testis















Gambar 6. Anatomi Sistem Urogenitalia Marmut Betina (Cavia porcellus ♀)
Keterangan Gambar  :

1.      Kealenjar adrenal
2.      Ren
3.      Ureter
4.      Osteum tuba
5.      Tuba falopii
6.      Uterus
7.      Vesica urinaria
8.      Vulva
9.      Vagina
10.  Clitoris

B.  Pembahasan
Mamalia merupakan kelompok tertinggi dalam dunia hewan, termasuk dalam kelompok ini adalah tikus, kera, marmut, manusia, kucing dan lain-lainnya. Mamalia hidup diberbagai habitat dari kutub sampai daerah ekuator. Terdiri dari hewan buas dan hewan jinak. Makannya juga bermacam-macam ada yang makan daging, biji-bijian, buah-buahan, tumbuh-tumbuhan (Jasin, 1986).
            Marmut termasuk dalam class eutheria meliputi hewan-hewan yang dinamakan hewan berplasenta. Eutheria pembuluh darahnya terdapat pada selaput alantois dan ada juga yang tidak mempunyai. Marmut termasuk dalam ordo rodentia yang mana merupakan class mamalia yang paling banyak jumlahnya (Hildebrand, 1974).
Tubuh mamalia berbentuk bilateral simetri dengan tulang berbeda. Rahangnya terdapat gigi yang bentuk dan besarnya tiap individu berbeda. Kaki teradaptasi untuk berjalan, memanjat dan menggali tanah, serta berenang. Marmut mempunyai jantung yang terdiri dari empat ruang dengan sekat yang sempurna, lengkung aorta hanya terdapat pada sebelah kiri saja. Ukuran paru-paru sedikit besar, kompak dan kenyal yang terdapat pada rongga dada (Djuhanda, 1982).
Sistem respirasi pada marmut (Cavia porcellus) terdiri dari cor, pulmo, bronchus, trachea, laring, glandula sublingualis, glandula submandibularis, glandula parotis. Alur-alur hidung mengandung tulang-tulang turbinal yang berkelok-kelok yang memperluas permukaan olfaktori. Laring beratap sebuah epiglottis yang mengandung pita-pita suara. Pada laring terdapat tali suara, musculus diagfragma maticus memisahkan pulmo dengan jantung dan rongga abdominalis (Storer, 1957). Laring merupakan suatau struktur yang kontinu dengan urutan cincin-cincin trachea. Fungsi pokok dari laring adalah untuk mencegah masuknya cairan atau benda ke dalam trachea. Sedangkan fungsi tambahannya adalah mempunyai peranan dalam menghasilkan gelombang suara atau bunyi (Smith, 1963).
Mulut pada marmut merupakan bagian paling depan dari saluran pencernaan. Oesophagus terletak dibagian dorsal dari trachea, melewati rongga dada, kemudian menembus diafragma menuju lambung. Lambung terletak dibelakang diafragma disebelah kiri dari rongga abdomen. Permukaan yang cembung dan lebar disebut curvatura mayor sedang yang cekung sempit disebut curvatura minor. Lambung dipegang oleh selaput mesentrium yang disebut omantum. Pacreas dan limpa melekat pada selaput ini. Usus terletak sesudah lambung, dapat dibedakan atas usus halus dan usus besar. Usus halus terdiri dari tiga bagian yaitu duodenum, jejunum, illeum yang batas-batasnya tidak dapat dibedakan. Lambung dengan duodenum dihubungkan dengan lubang yang disebut pylorus. Kelenjar pencernaan pancreas bermuara pada duodenum. Usus kasar terdiri dari caenum, colon, dan rectum serta berakhir pada anus (Djuhanda, 1982).
Tubuh Cavia porcellus diselimuti oleh rambut-rambut. Kulitnya mengandung bermacam-macam kelenjar, didalam alveolus yang bentuk dan besarnya berbeda-beda. Kaki beradaptasi untuk berjalan, memanjat, menggali tanah. Jari kaki mempunyai cakar, kuku dan telapak. Jantung terbagi menjadi empat ruang dengan sekat-sekat yang sempurna. Lengkung aorta hanya satu yaitu sebelah kiri. Paru-paru besar dan terdapat pada rongga dada. Sekat rongga tubuh yang disebut diafragma terletak antara rongga dada dan rongga perut (Djuhanda, 1982). Hidupnya membentuk kelompok kecil tetapi ada juga yang membentuk kelompok besar. Badan marmut gemuk, pendek mudah menyimpan panas dengan baik, tetapi pelepasannya kurang baik sehingga marmut dapat bertahan baik dalam suhu rendah (Hildreband, 1974).
Sistem urogenitalia pada marmut meliputi sistem ekskresi atau urinaria dan sistem genitalia. Sistem ekskresi pada marmot pada marmut terdiri atas ginjal, ureter, vesica urinaria, dan uretra. Sedangkan sistem genitalia Cavia porcellus jantan meliputi sepasang testis, ductus deferens, epididimis yang tersusun atas caput, corpus, caudal, glandula accecoris dari sistem genitalia jantan terdiri glandula vesiculosa, glandula prostata, dan glandula bulbo uretra (Djuhanda, 1982).



















IV.  KESIMPULAN
            Berdasarkan hasil pengamatan dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa:
1.            Tubuh marmut terbagi menjadi caput, cervix (leher), truncus, extrimitas, dan cauda.
2.            Sistem respirasi pada marmut (Cavia porcellus) terdiri dari cor, pulmo, bronchus, trachea, laring, glandula sublingualis, glandula submandibularis, glandula parotis.
3.            Sistem pencernaan marmut (Cavia porcellus) terdiri dari esophagus, ventriculus, duodenum, intestinum tenue, coecum, taenia, haustra, incisura, intestinum crassum, rectum, dan anus. Glandula Digestoria yang terdiri dari hepar, vesica felea, pancreas, ductus choleclochus, ductus hepaticus, dan ductus cysticus.
4.            Tubuh Cavia porcellus diselimuti oleh rambut-rambut dan memiliki puting susu. Kaki beradaptasi untuk berjalan, memanjat, menggali tanah.
5.            Sistem urogenitalia pada marmot meliputi sistem ekskresi atau urinaria dan sistem genitalia.








DAFTAR REFERENSI
Djuhanda, T. 1982. Penghantar Anatomi Perbandingan Vertebrata. Armico, Bandung.

Hildebrand, M. 1974. Analisa Struktur Vertebrata. Armico, Bandung.
Jasin, M. 1986. Sistematika Hewan Invertebrata dan Vertebrata. Sinar Wijaya, Surabaya.

Radiopoetro. 1977. Zoologi. Erlangga, Jakarta.
Smith, E.F. 1963. General Zooogy. WB Saunders Company, London.
Storer, T.I., Usinger, R.L. 1957. General Zoology. Mc Graw Hill, New York.


ANATOMI BURUNG MERPATI


ANATOMI BURUNG MERPATI
(Columba domestica)











Oleh :
                                    Nama              : Cyninta Kirana
                                    NIM                : B1J011025
                                    Rombongan   : IV
                                    Kelompok      : 3
                                    Asisten            : Sumartika Yimastria         





LAPORAN PRAKTIKUM STRUKTUR DAN PERKEMBANGAN HEWAN 1







KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
UNIVERSITAS JENDRAL SOEDIRMAN
FAKULTAS BIOLOGI
PURWOKERTO
2012
I.       PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
Aves merupakan vertebrata yang hidup di darat, memiliki bulu hampir di seluruh tubuhnya dan sayap yang berasal dari elemen-elemen tubuh tengah dan distal sehingga dapat digunakan untuk terbang. Aves tidak begitu banyak berbeda dengan reptilian yang menjadi nenek moyangnya. Bulu merupakan struktur khusus yang penting untuk burung sebagai penerbang dan kelas inilah dalam subphylum vertebrata yang mencapai keberhasilan menggabungkan sifat bipedal dengan terbang (Hildebrand, 1995).
Tubuh burung merpati (Columba domestica) terbagi atas caput, cervix, truncus dan cauda. Caputnya relative kecil, terdapat paruh yang dibentuk oleh maksilla dan mandibula, nares terletak pada bagian lateral paruh bagian atas. Selain itu, aves mempunyai kaki yang dapat digunakan untuk berjalan, bertengger maupun berenang (dengan selaput interdigital), tidak bergigi dan mempunyai paruh yang berbeda-beda sesuai jenis makanannya (Stoner, 1957).
Columba domestica merupakan salah satu dari class aves. Burung ini termasuk hewan berdarah panas dan berkembang biak dengan ovipar atau bertelur. Columba domestica mampu mengenal habitatnya. Ketika burung dilepas maka ia akan kembali ke sarangnya (Storer, 1957).
Columba domestica diambil sebagai bahan praktikum karena mempunyai tubuh yang relatif besar sehingga mudah diamati. Disamping itu, juga mempunyai organ-organ yang lengkap untuk mewakili class aves.
Klasifikasi Columba domestica menurut Jasin (1989) adalah sebagai berikut :
Phylum            : Chordata
Subphylum      : Vertebrata
Class                : Aves
Ordo                : Columbiformes
Famili              : Columbidae
Genus              : Columba
Species            : Columba domestica











B.     Tujuan
Tujuan dari praktikum Struktur dan Perkembangan Hewan I kali ini adalah untuk mempelajari anatomi burung merpati (Columba domestica).




















II.    MATERI DAN METODE
A.    Materi
Alat-alat yang digunakan dalam praktikum ini adalah bak preparat, pinset, pisau, gunting bedah, jarum penusuk dan tissue.
Bahan yang digunakan dalam praktikum ini adalah merpati (Columba domestica), air kran dan klorofrom.

B.     Metode
Cara kerja dalam praktikum ini adalah sebagai berikut :
1.      Burung dibius menggunakan kloroform, kemudian diletakkan pada bak preparat.
2.      Pangkal paruh dibuka selebar-lebarnya, hingga terlihat bagian-bagian dari cavum oris.
3.      Bulu-bulu pada bagian dada dibasahi terlebih dahulu dengan air kemudian dicabuti.
4.      Kulit yang membalut daerah dada, tembolok dan leher dilepas.
5.      Pembedahan dilakukan pada bagian origo otot, yaitu bagian carina sterni, pembedahan dilakukan dengan hati-hati Karen akan mengenai musculus pectoralis minor yang terletak di bawahnya.
6.      Musculus pectoralis mayor dibuka, kemudian pembedahan perut dimulai dari depan kloaka menuju ke depan yaitu pada daerah kanan dan kiri basis sterni dengan memotong rusuk-rusuk sampai ke tulang fruktula. Hati-hati dalam pembedahan pada daerah perut, dada dan leher karena terdapat kantung-kantung udara.
7.      Organ dalam burung merpati diamati, organ pencernaan dan juga organ genitalnya.
III.       HASIL DAN PEMBAHASAN
A.    Hasil











                                                           
Gambar 1. Morfologi Caput Merpati (Columba domestica)
Keterangan Gambar :
1.      Paruh superior                               5.   Organon visus
2.      Paruh inferior                                6.   Palpebra superior
3.      Cerome                                          7.   Palpebra inferior
4.      Nares externa                                8.   Cervix
















Gambar 2. Morfologi Bulu Merpati (Columba domestica)
Keterangan Gambar :
1.      Plumae     
2.      Plumulae  
3.      Filoplumae
4.      Vexillum
5.      Rachis
6.      Umbilicus superior
7.      Umbilus inferior
8.      Calamus
9.      Rami
10.  Radii
11.  Radioli













Gambar 3. Anatomi Sistem Pencernaan Merpati (Columba domestica)
Keterangan Gambar :
1.      Oesophagus                                   8.   Pancreas
2.      Tembolok                                      9.   Jejunum
3.      Ventriculus                                    10. Ileum
4.      Proventriculus                               11. Duodenum
5.      Hepar                                            12. Rectum
6.      Ductus hepaticus                           13. Cloaca
7.      Ductus pancreaticus

















Gambar 4. Anatomi Sistem Muscullar Merpati (Columba domestica)
Keterangan Gambar :
1.      Muscullus pectoralis mayor
2.      Muscullus pectoralis minor
3.      Basi sterni
4.      Carina sterni
5.      Foramen trioceus
6.      Muscullus brachialis


















Gambar 5. Anatomi Cakar Merpati (Columba domestica)
Keterangan Gambar :
1.      Unguis
2.      Sub unguis
3.      Nail pad




















                                                      
Gambar 6. Anatomi Sistem Urogenitalia Merpati Jantan (Columba domestica)
Keterangan Gambar :
1.      Testis
2.      Vas deferens
3.      Ren
4.      Ureter
5.      Vesica urinaria
6.      Cloaca





A.    Pembahasan
Burung merpati (Columba domestica) tidak diketahui jelas asal usulnya. Sejarah mencatat bahwa burung ini telah dipelihara orang ejak 3000 tahun sebelum masehi, yaitu oleh dinasti kelima kerajaan Mesir Kuno. Burung ini bersifat monogamy dan pasangannya akan tetap sampai mati (Soeseno, 1996).
            Tubuh merpati (Columba domestica) dibedakan atas caput, cervix, truncus dan cauda. Hal ini sesuai dengan pernyataan Djuanda (1982) yang menyatakan bahwa badan merpati (Columba domestica) terbagi atas caput, cervix, truncus dan cauda. Bagian kepala terdiri atas paruh, merupakan struktur yang dibangun dari zat tanduk, mata (palpebra superior dan palpebra inferior), membrane niktitans, lubang telinga luar dan nares externa yang terdapat suatu penebalan kulit yang disebut cerome yang dapat membuka dan menutup lubang hidung. Anggota badan (extrimitas) yang seluruhnya tertutup bulu kecuali pada paruh dan kakinya.
            Berdasarkan letaknya bulu terbagi menjadi 3 macam yaitu remiges, tetrices, retrices. Remiges berupa bulu besar yang terdapat pada sayap, bentuknya simetris, digunakan untuk terbang. Tectrises berupa bulu-bulu kecil yang menutupi tubuh burung. Rectrises adalah bulu-bulu ekor, bentuknya simetris, digunakan sebagai kemudi saat terbang. Berdasarkan strukturnya, bulun terbagi menjadi 3 macam, yaitu : plumae, plumulae dan filoplumae. Plumae terdiri dari calamus, rachis, rami, radii dan radioli. Filoplumae hanya terdiri calamus dan rami saja. Plumulae merupakan bulu yang lebih kecil dari plumae, mempunyai calamus yang pendek, vexillumnya tidak kukuh karena tidak ada radioli. Filoplumae disebut juga bulu rambut karena bentuknya seperti rambut yang hanya dibangun oleh calamus dan rami. Keseluruhannya membentuk bendera bulu atau vexillum. Plumulae merupakan bulu yang sangat halus (Djuhanda, 1982).
            Sistem pencernaan pada burung merpati (Columba domestica) terdiri dari mulut, oesophagus, lambung, usus halus, usus besar dan berakhir di cloaca. Kelenjar pencernaan burung merpati diantaranya adalah pancreas dan hati. Burung merpati tidak memiliki vesica felea, karena burung merpati merupakan hewan pemakan biji-bijian yang tidak mengandung banyak lemak sehingga tidak memiliki vesica felea yang berfungsi untuk mengemulsi lemak. Organ-organ pencernaan pada burung terbagi atas saluran pencernaan dan kelenjar pencernaan. Saluran pencernaan pada burung terdiri dari paruh dan merupakan modifikasi dari gigi, rongga mulut, pharink yang berupa saluran pendek, oesophagus yang dibagian tengahnya pada pangkal leher melebar menjadi tembolok yang merupakan tempat penyimpanan sementara lalu menuju lambung. Lambung terbagi menjadi dua, lambung kelenjar dan lambung otot. Pencernaan berlanjut ke usus halus yang terdiri dari duodenum, jejunum, ileum lalu menuju usus besar dan bermuara pada kloaka. Duodenum berbentuk seperti huruf U dan dibagian proksimal dan distalnya terdapat pancreas, ductus sisticus bermuara ke duodenum bagian distal yang membawa empedu dari hati langsung ke sistem saluran pencernaan. Jejunum dan ileum yaitu usus halus sesudah duodenum, usus bagian-bagiannya tidak nyata, rectum adalah usus kasar yang bermuara di cloaca (Water and Sayles, 1959).
Pergerakan tubuh Columba domestica terutama digerakan oleh kaki dan sayap, juga dibantu oleh bagian ekor. Pars vertebralis terdapat suatu tonjolan cauda dorsal yang berguna untuk memperkuat dinding dada yang disebut procesus. Sistem otot pada tubuh (Columba domestica) pada dasarnya kaku, otot semata-mata tersusun atas otot kepala, otot leher dan otot anggota badan. Mesin untuk terbang merupakan otot yang besar yang terdapat di daerah dada. Musculus coraco branchialis adalah otot penggerak sayapnya (Moment,1967).
            Ekstrimitas inferior pada Columbia domestica, terdiri dari kaki bersisik yang ujungnya mempunyai falcula atau kuku. Terdapat berbagai macam bentuk kaki pada burung, biasanya hal ini didasarkan pada habitat dan kebiasaan. Kaki pada Columbia domestica terdiri dari 4 digiti yang ditutupi oleh sisik. Yang menutup secara beraturan. Kaki Columbia domestica merupakan tipe yang banyak digunakan untuk berjalan, hinggap. Kuku atau falcula pada Columbia domestica menujukkan bentuk yang cenderung lateral, tajam dan melengkung ke dalam. Fungsinya sebagai membantu burung pada saat hinggap diranting pohon.
            Ginjal merupakan salah satu alat ekskresi pada burung merpati. Ginjal terletak di sebelah dorsal. Ginjal pada semua vertebrata terdiri atas unit-unit yang disebut tubulus ginjal atau nefron yang ujungnya buntu dan menerima filtrat dari darah (Villee et al.,1988). Saluran keluar pada merpati mengarah ke posterior yaitu ureter yang bermuara ke vesica urinaria. Langkah pertama dalam pembentukan urin adalah penyaringan atau filtrasi. Sisa-sisa dan materi lain dibawa ke aliran darah oleh arteria renalis dan arteriola ke glomerulus. Langkah kedua yaitu penghisapan differensial oleh sel-sel tubulus convoluted proximal dan loop of handle serta tubulus convoluted distalis (Jasin, 1989).
Pada sistem reproduksinya, hewan jantan memiliki sepasang testis yang bulat, berwarna putih, melekat disebelah anterior dari ren dengan suatu alat penggantung. Testis sebelah kanan lebih kecil daripada yang kiri. Dari masing-masing testis terjulur saluran vasa deferrens sejajar dengan ureter yang berasal dari ren. Pada sebagian besar aves memiliki vesicular seminalis yang merupakan gelembung kecil bersifat kelenjar sebagai tempat menampung sementara sperma sebelum dituangkan melalui papil yang terletak pada kloaka. Di dalam cloaca pada beberapa species memiliki penis sebagai alat untuk menuangkan sperma ke kloaka hewan betina. Pada hewan betina terdapat sepasang ovari, hanya yang dextrum mengalami otrophis (mengecil dan tidak bekerja lagi). Dari ovari menjulur oviduct panjang berkelok-kelok, berlubang pada bagian cranial dengan suatu bentuk corong. Lubang oviduct itu disebut ostium opdominalis. Dinding oviduct selanjutnya tersusun atas muskulus dan epithelium yang bersifat glandulair, yang memberi sekresi yang kelak membungkus telur, yaqkni albumen sebagai putih telur, membran tipis disebelah luar albumen dan cangkok yang berbahan zat kapur yang dibuat oleh kelenjar di sebelah caudal. Uterus yang sebenarnya belum ada (Jasin, 1989).

















IV.       KESIMPULAN
      Berdasarkan hasil dan pembahasan sebelumnya dapat diambil kesimpulan sebagai berikut :
1.      Burung merpati (Columba domestica) merupakan kelas aves yang tubuhnya terbagi atas caput, cervix, truncus dan cauda.
2.      Bulu pada merpati (Columba domestica) berdasarkan letaknya dapat dibedakan menjadi tiga macam yaitu remiges, rectrises dan tectrises.
3.      Sistem pencernaan pada merpati (Columba domestica) terdiri dari oesophagus, lambung, pylorus, duodenum, jejunum, ileum, rectum dan cloaca.
4.      Sistem otot pada tubuh Columba domestica pada dasarnya kaku, otot semata-mata tersusun atas otot kepala, otot leher dan otot anggota badan.
5.      Kaki pada Columbia domestica terdiri dari 4 digiti yang ditutupi oleh sisik. Kuku atau falcula pada Columbia domestica menujukkan bentuk yang cenderung lateral, tajam dan melengkung ke dalam.
6.      Sistem ekskresi pada Columba domestica adalah ginjal. Ginjal pada semua vertebrata terdiri atas unit-unit yang disebut tubulus ginjal atau nefron yang ujungnya buntu dan menerima filtrat dari darah.
7.      Sistem genitalia pada Columba domestica jantan terdiri dari testis, ductus deferens yang berfungsi menyalurkan sperma ke cloaca. Sedangkan pada betinanya terdiri dari ovarium, osteum tuba dan oviduct.



DAFTAR REFERENSI
Djuhanda, T. 1982. Pengantar Anatomi Perbandingan Vertebrata I. Amrico, Bandung.
Jasin, M. 1989. Sistematika Hewan Vertebrata dan Invertebrata . Sinar Wijaya, Surabaya
Moment, G. B. 1967. General Zoology. Bentley Glass, Boston.
Soeseno, A. 1996. Burung Hias Aneka Jenis dan Perawatannya. Penebar Swadaya,    Jakarta.

Villee, Walker, Barnes. 1988. General Zoology 6th Edition. W. B. Saunders Company, London.

Walter, H. E, dan Leonard P. Sayles. 1959. Biology of The Vertebrates. The Macmilan Company, New York.