Rabu, 17 Oktober 2012

ANATOMI BURUNG MERPATI


ANATOMI BURUNG MERPATI
(Columba domestica)











Oleh :
                                    Nama              : Cyninta Kirana
                                    NIM                : B1J011025
                                    Rombongan   : IV
                                    Kelompok      : 3
                                    Asisten            : Sumartika Yimastria         





LAPORAN PRAKTIKUM STRUKTUR DAN PERKEMBANGAN HEWAN 1







KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
UNIVERSITAS JENDRAL SOEDIRMAN
FAKULTAS BIOLOGI
PURWOKERTO
2012
I.       PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
Aves merupakan vertebrata yang hidup di darat, memiliki bulu hampir di seluruh tubuhnya dan sayap yang berasal dari elemen-elemen tubuh tengah dan distal sehingga dapat digunakan untuk terbang. Aves tidak begitu banyak berbeda dengan reptilian yang menjadi nenek moyangnya. Bulu merupakan struktur khusus yang penting untuk burung sebagai penerbang dan kelas inilah dalam subphylum vertebrata yang mencapai keberhasilan menggabungkan sifat bipedal dengan terbang (Hildebrand, 1995).
Tubuh burung merpati (Columba domestica) terbagi atas caput, cervix, truncus dan cauda. Caputnya relative kecil, terdapat paruh yang dibentuk oleh maksilla dan mandibula, nares terletak pada bagian lateral paruh bagian atas. Selain itu, aves mempunyai kaki yang dapat digunakan untuk berjalan, bertengger maupun berenang (dengan selaput interdigital), tidak bergigi dan mempunyai paruh yang berbeda-beda sesuai jenis makanannya (Stoner, 1957).
Columba domestica merupakan salah satu dari class aves. Burung ini termasuk hewan berdarah panas dan berkembang biak dengan ovipar atau bertelur. Columba domestica mampu mengenal habitatnya. Ketika burung dilepas maka ia akan kembali ke sarangnya (Storer, 1957).
Columba domestica diambil sebagai bahan praktikum karena mempunyai tubuh yang relatif besar sehingga mudah diamati. Disamping itu, juga mempunyai organ-organ yang lengkap untuk mewakili class aves.
Klasifikasi Columba domestica menurut Jasin (1989) adalah sebagai berikut :
Phylum            : Chordata
Subphylum      : Vertebrata
Class                : Aves
Ordo                : Columbiformes
Famili              : Columbidae
Genus              : Columba
Species            : Columba domestica











B.     Tujuan
Tujuan dari praktikum Struktur dan Perkembangan Hewan I kali ini adalah untuk mempelajari anatomi burung merpati (Columba domestica).




















II.    MATERI DAN METODE
A.    Materi
Alat-alat yang digunakan dalam praktikum ini adalah bak preparat, pinset, pisau, gunting bedah, jarum penusuk dan tissue.
Bahan yang digunakan dalam praktikum ini adalah merpati (Columba domestica), air kran dan klorofrom.

B.     Metode
Cara kerja dalam praktikum ini adalah sebagai berikut :
1.      Burung dibius menggunakan kloroform, kemudian diletakkan pada bak preparat.
2.      Pangkal paruh dibuka selebar-lebarnya, hingga terlihat bagian-bagian dari cavum oris.
3.      Bulu-bulu pada bagian dada dibasahi terlebih dahulu dengan air kemudian dicabuti.
4.      Kulit yang membalut daerah dada, tembolok dan leher dilepas.
5.      Pembedahan dilakukan pada bagian origo otot, yaitu bagian carina sterni, pembedahan dilakukan dengan hati-hati Karen akan mengenai musculus pectoralis minor yang terletak di bawahnya.
6.      Musculus pectoralis mayor dibuka, kemudian pembedahan perut dimulai dari depan kloaka menuju ke depan yaitu pada daerah kanan dan kiri basis sterni dengan memotong rusuk-rusuk sampai ke tulang fruktula. Hati-hati dalam pembedahan pada daerah perut, dada dan leher karena terdapat kantung-kantung udara.
7.      Organ dalam burung merpati diamati, organ pencernaan dan juga organ genitalnya.
III.       HASIL DAN PEMBAHASAN
A.    Hasil











                                                           
Gambar 1. Morfologi Caput Merpati (Columba domestica)
Keterangan Gambar :
1.      Paruh superior                               5.   Organon visus
2.      Paruh inferior                                6.   Palpebra superior
3.      Cerome                                          7.   Palpebra inferior
4.      Nares externa                                8.   Cervix
















Gambar 2. Morfologi Bulu Merpati (Columba domestica)
Keterangan Gambar :
1.      Plumae     
2.      Plumulae  
3.      Filoplumae
4.      Vexillum
5.      Rachis
6.      Umbilicus superior
7.      Umbilus inferior
8.      Calamus
9.      Rami
10.  Radii
11.  Radioli













Gambar 3. Anatomi Sistem Pencernaan Merpati (Columba domestica)
Keterangan Gambar :
1.      Oesophagus                                   8.   Pancreas
2.      Tembolok                                      9.   Jejunum
3.      Ventriculus                                    10. Ileum
4.      Proventriculus                               11. Duodenum
5.      Hepar                                            12. Rectum
6.      Ductus hepaticus                           13. Cloaca
7.      Ductus pancreaticus

















Gambar 4. Anatomi Sistem Muscullar Merpati (Columba domestica)
Keterangan Gambar :
1.      Muscullus pectoralis mayor
2.      Muscullus pectoralis minor
3.      Basi sterni
4.      Carina sterni
5.      Foramen trioceus
6.      Muscullus brachialis


















Gambar 5. Anatomi Cakar Merpati (Columba domestica)
Keterangan Gambar :
1.      Unguis
2.      Sub unguis
3.      Nail pad




















                                                      
Gambar 6. Anatomi Sistem Urogenitalia Merpati Jantan (Columba domestica)
Keterangan Gambar :
1.      Testis
2.      Vas deferens
3.      Ren
4.      Ureter
5.      Vesica urinaria
6.      Cloaca





A.    Pembahasan
Burung merpati (Columba domestica) tidak diketahui jelas asal usulnya. Sejarah mencatat bahwa burung ini telah dipelihara orang ejak 3000 tahun sebelum masehi, yaitu oleh dinasti kelima kerajaan Mesir Kuno. Burung ini bersifat monogamy dan pasangannya akan tetap sampai mati (Soeseno, 1996).
            Tubuh merpati (Columba domestica) dibedakan atas caput, cervix, truncus dan cauda. Hal ini sesuai dengan pernyataan Djuanda (1982) yang menyatakan bahwa badan merpati (Columba domestica) terbagi atas caput, cervix, truncus dan cauda. Bagian kepala terdiri atas paruh, merupakan struktur yang dibangun dari zat tanduk, mata (palpebra superior dan palpebra inferior), membrane niktitans, lubang telinga luar dan nares externa yang terdapat suatu penebalan kulit yang disebut cerome yang dapat membuka dan menutup lubang hidung. Anggota badan (extrimitas) yang seluruhnya tertutup bulu kecuali pada paruh dan kakinya.
            Berdasarkan letaknya bulu terbagi menjadi 3 macam yaitu remiges, tetrices, retrices. Remiges berupa bulu besar yang terdapat pada sayap, bentuknya simetris, digunakan untuk terbang. Tectrises berupa bulu-bulu kecil yang menutupi tubuh burung. Rectrises adalah bulu-bulu ekor, bentuknya simetris, digunakan sebagai kemudi saat terbang. Berdasarkan strukturnya, bulun terbagi menjadi 3 macam, yaitu : plumae, plumulae dan filoplumae. Plumae terdiri dari calamus, rachis, rami, radii dan radioli. Filoplumae hanya terdiri calamus dan rami saja. Plumulae merupakan bulu yang lebih kecil dari plumae, mempunyai calamus yang pendek, vexillumnya tidak kukuh karena tidak ada radioli. Filoplumae disebut juga bulu rambut karena bentuknya seperti rambut yang hanya dibangun oleh calamus dan rami. Keseluruhannya membentuk bendera bulu atau vexillum. Plumulae merupakan bulu yang sangat halus (Djuhanda, 1982).
            Sistem pencernaan pada burung merpati (Columba domestica) terdiri dari mulut, oesophagus, lambung, usus halus, usus besar dan berakhir di cloaca. Kelenjar pencernaan burung merpati diantaranya adalah pancreas dan hati. Burung merpati tidak memiliki vesica felea, karena burung merpati merupakan hewan pemakan biji-bijian yang tidak mengandung banyak lemak sehingga tidak memiliki vesica felea yang berfungsi untuk mengemulsi lemak. Organ-organ pencernaan pada burung terbagi atas saluran pencernaan dan kelenjar pencernaan. Saluran pencernaan pada burung terdiri dari paruh dan merupakan modifikasi dari gigi, rongga mulut, pharink yang berupa saluran pendek, oesophagus yang dibagian tengahnya pada pangkal leher melebar menjadi tembolok yang merupakan tempat penyimpanan sementara lalu menuju lambung. Lambung terbagi menjadi dua, lambung kelenjar dan lambung otot. Pencernaan berlanjut ke usus halus yang terdiri dari duodenum, jejunum, ileum lalu menuju usus besar dan bermuara pada kloaka. Duodenum berbentuk seperti huruf U dan dibagian proksimal dan distalnya terdapat pancreas, ductus sisticus bermuara ke duodenum bagian distal yang membawa empedu dari hati langsung ke sistem saluran pencernaan. Jejunum dan ileum yaitu usus halus sesudah duodenum, usus bagian-bagiannya tidak nyata, rectum adalah usus kasar yang bermuara di cloaca (Water and Sayles, 1959).
Pergerakan tubuh Columba domestica terutama digerakan oleh kaki dan sayap, juga dibantu oleh bagian ekor. Pars vertebralis terdapat suatu tonjolan cauda dorsal yang berguna untuk memperkuat dinding dada yang disebut procesus. Sistem otot pada tubuh (Columba domestica) pada dasarnya kaku, otot semata-mata tersusun atas otot kepala, otot leher dan otot anggota badan. Mesin untuk terbang merupakan otot yang besar yang terdapat di daerah dada. Musculus coraco branchialis adalah otot penggerak sayapnya (Moment,1967).
            Ekstrimitas inferior pada Columbia domestica, terdiri dari kaki bersisik yang ujungnya mempunyai falcula atau kuku. Terdapat berbagai macam bentuk kaki pada burung, biasanya hal ini didasarkan pada habitat dan kebiasaan. Kaki pada Columbia domestica terdiri dari 4 digiti yang ditutupi oleh sisik. Yang menutup secara beraturan. Kaki Columbia domestica merupakan tipe yang banyak digunakan untuk berjalan, hinggap. Kuku atau falcula pada Columbia domestica menujukkan bentuk yang cenderung lateral, tajam dan melengkung ke dalam. Fungsinya sebagai membantu burung pada saat hinggap diranting pohon.
            Ginjal merupakan salah satu alat ekskresi pada burung merpati. Ginjal terletak di sebelah dorsal. Ginjal pada semua vertebrata terdiri atas unit-unit yang disebut tubulus ginjal atau nefron yang ujungnya buntu dan menerima filtrat dari darah (Villee et al.,1988). Saluran keluar pada merpati mengarah ke posterior yaitu ureter yang bermuara ke vesica urinaria. Langkah pertama dalam pembentukan urin adalah penyaringan atau filtrasi. Sisa-sisa dan materi lain dibawa ke aliran darah oleh arteria renalis dan arteriola ke glomerulus. Langkah kedua yaitu penghisapan differensial oleh sel-sel tubulus convoluted proximal dan loop of handle serta tubulus convoluted distalis (Jasin, 1989).
Pada sistem reproduksinya, hewan jantan memiliki sepasang testis yang bulat, berwarna putih, melekat disebelah anterior dari ren dengan suatu alat penggantung. Testis sebelah kanan lebih kecil daripada yang kiri. Dari masing-masing testis terjulur saluran vasa deferrens sejajar dengan ureter yang berasal dari ren. Pada sebagian besar aves memiliki vesicular seminalis yang merupakan gelembung kecil bersifat kelenjar sebagai tempat menampung sementara sperma sebelum dituangkan melalui papil yang terletak pada kloaka. Di dalam cloaca pada beberapa species memiliki penis sebagai alat untuk menuangkan sperma ke kloaka hewan betina. Pada hewan betina terdapat sepasang ovari, hanya yang dextrum mengalami otrophis (mengecil dan tidak bekerja lagi). Dari ovari menjulur oviduct panjang berkelok-kelok, berlubang pada bagian cranial dengan suatu bentuk corong. Lubang oviduct itu disebut ostium opdominalis. Dinding oviduct selanjutnya tersusun atas muskulus dan epithelium yang bersifat glandulair, yang memberi sekresi yang kelak membungkus telur, yaqkni albumen sebagai putih telur, membran tipis disebelah luar albumen dan cangkok yang berbahan zat kapur yang dibuat oleh kelenjar di sebelah caudal. Uterus yang sebenarnya belum ada (Jasin, 1989).

















IV.       KESIMPULAN
      Berdasarkan hasil dan pembahasan sebelumnya dapat diambil kesimpulan sebagai berikut :
1.      Burung merpati (Columba domestica) merupakan kelas aves yang tubuhnya terbagi atas caput, cervix, truncus dan cauda.
2.      Bulu pada merpati (Columba domestica) berdasarkan letaknya dapat dibedakan menjadi tiga macam yaitu remiges, rectrises dan tectrises.
3.      Sistem pencernaan pada merpati (Columba domestica) terdiri dari oesophagus, lambung, pylorus, duodenum, jejunum, ileum, rectum dan cloaca.
4.      Sistem otot pada tubuh Columba domestica pada dasarnya kaku, otot semata-mata tersusun atas otot kepala, otot leher dan otot anggota badan.
5.      Kaki pada Columbia domestica terdiri dari 4 digiti yang ditutupi oleh sisik. Kuku atau falcula pada Columbia domestica menujukkan bentuk yang cenderung lateral, tajam dan melengkung ke dalam.
6.      Sistem ekskresi pada Columba domestica adalah ginjal. Ginjal pada semua vertebrata terdiri atas unit-unit yang disebut tubulus ginjal atau nefron yang ujungnya buntu dan menerima filtrat dari darah.
7.      Sistem genitalia pada Columba domestica jantan terdiri dari testis, ductus deferens yang berfungsi menyalurkan sperma ke cloaca. Sedangkan pada betinanya terdiri dari ovarium, osteum tuba dan oviduct.



DAFTAR REFERENSI
Djuhanda, T. 1982. Pengantar Anatomi Perbandingan Vertebrata I. Amrico, Bandung.
Jasin, M. 1989. Sistematika Hewan Vertebrata dan Invertebrata . Sinar Wijaya, Surabaya
Moment, G. B. 1967. General Zoology. Bentley Glass, Boston.
Soeseno, A. 1996. Burung Hias Aneka Jenis dan Perawatannya. Penebar Swadaya,    Jakarta.

Villee, Walker, Barnes. 1988. General Zoology 6th Edition. W. B. Saunders Company, London.

Walter, H. E, dan Leonard P. Sayles. 1959. Biology of The Vertebrates. The Macmilan Company, New York.


2 komentar:

  1. ti 89 titanium calculator - ITanium-arts.com
    TI88 is a titanium band ring free-to-use app for Windows (32bit) computers. titanium drill bits for metal It is a titanium alloys free to use titanium quartz crystal and is designed for PC systems columbia titanium jacket (Windows 7,8,10,

    BalasHapus