Sabtu, 23 Maret 2013

PENGGUNAAN LALAT Drosophila SEBAGAI ORGANISME PERCOBAAN GENETIKA



PENGGUNAAN LALAT Drosophila
SEBAGAI ORGANISME PERCOBAAN GENETIKA








Oleh:
Nama                 : Cyninta Kirana
NIM                   : B1J011025
Kelompok         : 3
Rombongan      : IV
Asisten               : Gisti Rahmawati






LAPORAN PRAKTIKUM GENETIKA









KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN
FAKULTAS BIOLOGI
PURWOKERTO
2012
I.              TUJUAN
1.             Membuat subkultur Drosophila
2.             Melakukan pengamatan morfologi Drosophila
3.             Melakukan pengamatan daur hidup Drosophila
4.             Mengisolasi betina virgin

II.           CARA KERJA
1.             Pembuatan Subkultur Drosophila
Lakukan pemindahan lalat secara langsung dari botol kultur lama ke botol kultur baru tanpa melalui pembiusan dengan cara meletakkan botol kultur baru di atas botol kultur lama dengan posisi terbalik. Gelapkan botol kultur lama menggunakan tangan atau kertas sehingga lalat akan bergerak naik ke botol kultur baru.
2.             Pengamatan Morfologi
1.    Hentakkan botol kultur pada bantalan karet atau telapak tangan beberapa kali hingga lalat berjatuhan di dekat dasar botol.
2.     Bukalah sumbat botol secepatnya, lalu tempatkan botol esterisasi pada mulut botol kultur.
3.    Balikkan kedudukan botol tersebut (botol esterisasi di bawah botol kultur). Akan tetapi, bila botol kultur berair, biarkan botol tersebut pada kedudukan semula.
4.    Kedua botol dipegang erat-erat dan ketuk-ketuklah kultur hingga lalat pindah ke botol eterisasi
5.     Segera setelah lalat pindah ke botol eterisasi, tutuplah botol ini dengan sumbat yang dibubuhi sedikit eter.
6.    Bila lalat terlihat sudah tidak bergerak lagi, tunggulah 30 detik, lalu keluarkanlah isi botol ke cawan petri, untuk dilakukan pengamatan morfologinya.
7.    Untuk memasukkan kembali lalat yang telah diamati, dapat digunakan kerucut kertas sebagai sendok.
3.             Pengamatan Daur Hidup
Catatlah setiap tahap perkembangan lalat Drosophila mulai dari telur hingga menjadi lalat dewasa yang menghasilkan telur lagi.
4.             Isolasi Betina Virgin
1.    Keluarkan semua lalat dewasa (imago) dari botol kultur yang sudah banyak mengandung pupa, jangan sampai ada yang tertinggal satu pun.
2.    Pindahkan pupa ke dalam sedotan plastik transparan menggunakan pinset secara hati-hati, lalu tutuplah kedua ujung sedotan dengan busa.
3.    Setelah 4 hingga 5 hari amati lalat yang keluar dari pupa. Lalat betina yang diperoleh adalah virgin.


III.        EVALUASI HASIL KERJA
1.             Text Box:
Gambar 1. Drosophila liar jantan
 
Text Box:  Hasil Pengamatan  Morfologi Drosophila sp.










Gambar 2. Drosophila liarbetina

 


Text Box:
Text Box:



Gambar 3. Drosophila  whiteeyes
 

Gambar 4. Drosophila eboni
 
 






2.             Tabel Hasil Pengamatan Daur Hidup Drosophila sp.
Pupa
Perkembangan yang terjadi
I
Pupa tidak mengalami perkembangan
II
Pupa tidak mengalami perkembangan
III
Pupa tidak mengalami perkembangan
IV
Pupa tidak mengalami perkembangan
V
Pupa tidak mengalami perkembangan
VI
Pupa tidak mengalami perkembangan

Pengamatan morfologi terhadap lalat Drosophila sp. dilakukan dengan  membius lalat dengan eter kemudian diamati dengan mikroskop. Berdasarkan pengamatan, diperoleh Drosophila jantan dan betina. Perbedaan jenis kelamin ini secara morfologi terlihat dari bentuk abdomen, lalat jantan memiliki ujung posterior yang tunpul dan berwarna lebih gelap sedangkan lalat betina memiliki ujung posterior yang lancip. Ciri lainnya dapat dilihat dari  bentuk dan ukuran tubuh dimana ukuran tubuh lalat jantan  lebih kecil dan lebih kompak dari lalat betina. Selain itu, lalat jantan memiliki sisir kelamin (sex comb). Spesies-spesies Drosophila sp. khususnya  D. melanogaster, mempunyai banyak sekali tipe mutan yang sangat memungkinkan dilakukannya berbagai percobaan mengenai pola pewarisan sifat, sementara tipe liarnya begitu mudah diperoleh dengan cara memasang jebakan makanan berupa buah yang dimasukkan ke dalam botol.
Pengamatan terhadap mata, terlihat bahwa mata lalat Drosophila normalmemiliki matayangberwarnamerah. Namun ada beberapatipe mutan lalat Drosophila yang telah diamati saat praktikum ini yaitu Drosophila tipe whiteeyes. Lalat tipe ini mengalami mutasi pada kromosom 1 karena tidak memiliki pigmen ptiridin dan omokrom. Selain itu, ada lalat tipe eboni yang mengalami muatasi pada kromosom 3, dimana seluruh tubuhnya berwarna hitam legam.
Drosophila melanogaster merupakan hewan yang mengalami metamorfosa sempurna. Daur hidup lalat buah dimulai segera setelah terjadi fertilisasi, yang terdiri dari dua periode. Pertama, periode embrionik terjadi saat larva muda menetas dari telur. Saat fase larva, larva tidak berhenti untuk terus makan. Periode kedua adalah periode postembrionik yang dibagi menjadi tiga tahap yaitu larva, pupa dan imago. 
Isolasi betina virgin yang kelompok kami lakukan ternyata tidak berhasil. Hal ini dikarenakan pupa yang diisolasi tidak menetas menjadi imago atau lalat dewasa. Ini dimungkinkan  pupayang digunakan sebelumnya memang sudah mati atau karena mengalami kekurangan nutrisi.


IV.        KESIMPULAN
1.             Pembuatan subkultur Drosophila dilakukan agar bisa menghasilkan keturunan yang lebih banyak lagi dan sebagai peremajaan nutrisi.
2.             Morfologi Drosophila jantan yaitu ukuran tubuh lebih kecil, memiliki jumlah abdomen yang lebih sedikit, memiliki sex comb, ujung abdomennya tumpul, tubuhnya lebih kompak. Sedangkan Drosophila betina ukuran tubuhnya lebih besar, memiliki ruas abdomen yang lebih banyak , ujung abdomen runcing.
3.             Metamorfosis lalat Drosophila termasuk metamorfosis sempurna.Daur hidup lalat Drosophila meliputi fase-fase berikut yaitu telur, larva, pupa dan imago (lalat dewasa).
4.             Isolasi Drosophilabetina virgin dilakukan dengan memindahkan pupa ke dalam sedotan plastik transparan yang telah diberi medium kultur dan kedua ujung sedotan ditutup dengan busa. Isolasi ini dilakukan agar bisa menghasilkan Drosophila betina virgin yang sama sekali belum pernah dibuahi oleh induk jantan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar